Intermeso Sejenak



Belajar dan mengajar sudah menjadi watak manusia.

Di dalam kehidupan, manusia juga berprilaku seperti hewan. Merasakan sesuatu, bergerak, makan minum, berlindung dan lain sebagainya adalah prilaku hewan-hewan yang dalam prakteknya manusia juga sudah memiliki bakat tertanam untuk melakukannya. Yang membedakan kita dengan hewan adalah cara berpikir kita. Dengan cara berpikir yang baik, kita akan mendapatkan petunjuk untuk mendapatkan hasil dari kehidupan kita dan membantu proses perjalannya. Itu akan tercapai jika kita bangun pikiran-pikiran positif yang terjalin dengan sesama dan mempersiapkan sosialisasi yang baik pula.

Selain itu, dengan memiliki pikiran yang benar dan baik, kita akan mudah menerima dan menjalankan ajaran yang di bawa oleh Rasulullah Saw.. Orang yang selalu berpikir untuk menjalankan ajaran itu dan mengikuti perbuatan baik beliau, tidak akan pernah merasa lelah dalam perjuangannya ini, apalagi cuma sekedar berpikir.

Pergerakan pikiran lebih cepat dari pada pandangan mata. Jika kita berpikir, maka akan tercipta berbagai macam ilmu dan beragam aktivitas sosial. Segala macam bidang pekerjaanpun akan tercipta. Demi agungnya pikiran kita akan penghasilan hal-hal yang diperlukan oleh manusia bahkan oleh para hewan, berpikir untuk menciptakan sesuatu yang tidak kita miliki menjadi perkara yang sangat disenangi. Dalam arti, kita akan selalu berpikir untuk memiliki apa-apa yang tidak kita miliki.

Ketika kita menggunakan pikiran untuk perkara tersebut, maka kita akan menjadikan orang sebelum kita sebagai rujukan ilmu dan penambah pengetahuan serta wawasan kita. Atau mengambil itu semua dari orang yang telah bertemu dengan para nabi terdahulu yang telah menyampaikannya kepada kita, kemudian, kita menerimanya secara lisan (langsung) serta menjaga ilmu dan apa yang kita dapatkan dari mereka secara menyeluruh dan tanpa henti.






Setelah kita dapatkan pengetahuan dan pemahamaan dari orang tersebut, pikiran dan pandangan yang kita miliki kita hadapkan kepada setiap hakikat suatu perkara berserta permasalahannya dan merenungkan ensitas sesuatu yang menimpa kita satu demi satu.


Kita selalu berlatih untuk melakukan itu semua, sehingga dengan hakikat-hakikat itu, aktivitas penghasilan kebutuhan dan hajat manusiawi menjadi bagian dan naluri hidup kita. Ketika itu, pengetahuan dan wawasan yang terdapat pada diri kita menjadi ilmu khusus yang dihadapkan kepada hakikat itu.

Pribadi-pribadi generasi sang pencetus ilmu tersebut akan memperhatikannya. Mereka akan berlindung kepada para ilmuwan tersebut. Mereka akan selalu berkaca padanya, menjadikannya sebagai panutan dalam kesehariannya. Buah pikiran sang ilmuwan, baik yang tersirat maupun yang tersurat sedikit banyak akan teraplikasi dan terealisasi dalam lingkungan masyarakat.

Dunia belajar-mengajar muncul dan lahir karena semua aktivitas itu. Oleh sebab itu, sudah sangat jelas buat kita, bahwa ilmu dan pengajarannya sudah menjadi watak, naluri dan tabiatnya manusia.

Wallahu a'lam bisshawab.

Penulis yang bernama lengkap muhammad syahroni asal Jakarta ini, adalah arjuna tanger yang edang merampungkan jenjang s1 nya di Univ. Imam Nafie Tanger Maroko.






0 Komentar