PPI Maroko Adakan Debat Ilmiah

Departemen Keilmuan dan Sumber Daya Insani PPI Maroko menyelenggarakan debat ilmiah mahasiswa dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda ke-87. Agenda ini merupakan program kerjasama dengan KBRI Rabat yang diketuai oleh Basyir Arif, diselenggarakan pada Jumat, 30 Oktober 2015, bertempat di aula serbaguna KBRI Rabat. Debat ilmiah tersebut bertemakan “Dengan semangat sumpah pemuda, menuju generasi pemersatu bangsa”.  Agenda ini diikuti oleh empat tim yang mewakili kota-kota besar se-Maroko, diantaranya tim Rabat, Fez, dan tim gabungan Casablanca-Kenitra, Tanger-Marrakech. Dalam dua pertandingan penyisihan, dua tim Rabat dan tim gabungan Casablanca-Kenitra melaju ke babak final, yang akhirnya dimenangkan oleh tim gabungan Casablanca-Kenitra.

Basyir Arif mengatakan bahwa sistem debat menggunakan Australian-Asian parliamentary system, yaitu setiap anggota tim menyampaikan argumetasi mengenai suatu mosi dengan intruksi dari ketua parlemen. Kriteria penilaian ada tiga, yaitu isi materi, retorika-estetika, dan bahasa." ungkap ketua panitia yang terdaftar sebagai mahasiswa program magister Universitas Hassan II, Ain Chock-Casablanca.


Fakih Abdul Azis, selaku ketua PPI Maroko menyampaikan, latar belakang diadakannya kompetesi debat ilmiah karena melihat sifat mahasiswa yang cenderung ingin berpikir kritis dan senang berargumen dalam setiap diskusi yang diadakan di sekretariat PPI Maroko. Sebagai kegiatan dengan tema tersebut diharapkan dapat membuat mahasiswa tidak apatis terhadap masalah-masalah yang terjadi di Indonesia. Untuk mendukung tujuan tersebut, maka dalam debat ini tema yang diangkat adalah isu-isu nasional. “Sebenarnya solusi untuk negeri sendiri terletak pada mahasiswa. Bagaimana mereka mengaplikasikan ilmunya kepada masyarakat dan bagaimana mereka berdebat dengan cara yang santun.” ucapnya.

 Satu diantara lima juri, Prof. Dr. Amany Lubis, MA berpendapat bahwa debat ilmiah ini sudah sangat bagus sekali. Namun, alangkah lebih bagusnya jika kedepannya bisa dikembangkan dengan memakai bahasa arab, mengingat mahasiswa disini sudah setiap hari bersosialisasi dengan orang Maroko menggunakan bahasa Arab.

 Duta Besar E.D. Syarief Syamsuri juga berpesan agar program yg bersifat dialog kebangsaan seperti ini harus terus ditradisikan. Mahasiswa harus dituntut untuk mengetahui banyak hal di luar pelajaran Kampus.

Acara yg dimulai dari pukul 15.00 waktu Maroko berakhir pukul 21.00, selanjutnya disambung dengan ramah tamah.



Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

Ketua Parlemen

Segenap Juri dari dosen POSFI , Prof Amany Lubis, Dr Juwainy dan Pak Dubes beserta Pak Ramzy

Pemerintah dari Tanger

Oposisi dari Casablanca


Peserta Dari Rabat

Peserta dari Tim Fez

Tim Fez

Foto Bersama

0 Komentar