Kenangan Indah Saat Berziarah

ziarah

Kenangan Indah Saat Berziarah

Oleh: M. Hanif Zamzami*

Saat libur muraqabah (ujian tengah semester) tiba, saya bersama sebagian teman berziarah ke makam (ضريح) Ibn Masyisy yang letaknya di puncak gunung A'la (Jabal A'la) sebelah Timur kota Tetouan, Maroko. Di sana bisa disaksikan makam-makam mulia keturunan (ذرية) Nabi SAW berjejeran, para Sufiah yang membaca aurad dan shalat berjama'ah di masjid. Ditambah lagi suasana yang membuat badan menggigil karena dingin yang menyelimuti di musim dingin. Nama beliau sudah tidak asing lagi di kalangan Muslim Indonesia, khususnya bagi para penghuni pesantren dengan shalawat masyisyiahnya.

Kejadian yang jarang saya alami saat memasuki kawasan tersebut adalah saya muntah di tengah perjalanan, entah apa penyebabnya. Padahal muntah bukanlah kebiasaan saya ketika dalam perjalanan. Saya pun berpikir. "Apakah sebab jalan yang berlika-liku, atau faktor makanan yang saya konsumsi (buah jeruk)?" gumamku dalam hati. Sempat saya tanyakan perihal itu pada teman-teman saya, dan semua menganggap itu hal biasa. Anehnya lagi saya mengulanginya (muntah) setelah selesai berziarah ke makam beliau. Saya pun mulai merenungkannya. "Sebenarnya ada apa dengan diri saya ini?" tuturku membatin. 

Setelah keluar dari kawasan pegunungan, saya teringat sebelum berangkat, saya menemukan uang sebesar 10 dirham (setara dengan 14.000 rupiah) dan saya gunakan untuk membeli beberapa snack untuk perbekalan. Akhirnya saya yakin inilah jawaban dari keganjilan yang saya alami selama perjalanan berziarah ke makam syaikh Ibnu Masyisy yang menyebabkan saya muntah (karena memakan uang syubhat). Hal ini mengingatkan saya akan cerita para sufi yang mempunyai sifat zuhud. Salah satu murid beliau Syekh Abu al-Hasan al-Syadzili ketika belajar bersama beliau tepat di perbukitan gunung A'la (Jabal A'la), Beliau (Syaikh Ibnu Masyisy) berwasiat beberapa hal, di antarnya adalah: 

"وعليك بحفظ الجوارح واداء الفرائض" 
"Jagalah seluruh anggota badanmu (dari segala bentuk kesyubhatan), dan tunaikanlah kewajibanmu terhadap Tuhanmu".

Semoga hal ini bisa menjadi inspirasi (ibrah) bagi saya khususnya dan para pembaca pada umumnya. Amin.

*Penulis adalah mahasiswa program S1 di Ta'lim 'Atiq Imam Nafie - Tangier. Penulis dapat dihubungi via FB: Hanif Zamzami

0 Komentar