Keluar dari zona aman dan zona nyaman

 

Assalamualaikum sahabat semua
       Kuliah di luar negeri adalah sesuatu yang selalu didambakan oleh sebagian mereka yang berani keluar dari zona aman dan zona kenyamanan. Tentu hal ini tidak berarti kuliah di luar negeri tidak aman dan tidak nyaman. Namun alasan  mengapa saya mengatakan di sini keluar dari zona aman adalah karena bagaimana besarnya rasa takut kita di tanah air akan segala  macam peristiwa dan bencana yg terjadi di sana, tapi ketakutan itu akan berlipat di negeri orang, itu lah yang kita maksud dengan berani keluar dari zona aman. Sedangkan berani keluar dari zona nyaman maksudnya jika di tanah air kita memiliki many keluarga many kerabat, tapi di luar negeri kita hanya sendiri, kita meninggalkan semuanya demi menggali ilmu di negeri orang, itulah yang saya maksud dengan keluar dari zona nyaman.

      Mahasiswa dan mahasiswi yang  di luar negeri adalah mahasiswa yg tangguh lagi mandiri, dia mampu mengejarkan semua secara mandiri meskipun terkadang dia juga membutuhkan bantuan orang sekitar. Disini saya akan berbagi sedikit seputar pahit dan manisnya  menuntut ilmu di negeri orang. Pada tahun pertama di negeri seribu benteng ini, saya merasa sangat bersyukur akhirnya bisa melihat dunia luar dan diberi kesempatan belajar dengan guru-guru yang notebene asli orang arab,  dan yang pastinya juga berbahasa Arab,  selain juga  jalan- jalan ke Spanyol atau Eropa, intinya sejak awal saya sudah membangun ekspektasi yang sangat tinggi dengan melanjutkan studi ke luar negeri.

        Semuanya bermula ketika lebaran idul adha tahun pertama di Maroko,  ketika dulu saya berpisah dari keluarga hanya sebatas antar-kota tetapi pada tahun itu saya berpisah jauh dengan keluarga, bukan main lagi jauhnya, saat itu saya merasakan tusukan rindu yang amat dalam ketika sanak keluarga di tanah air telah melakukan sholat idul adha dan kenyang akan ketupat, sedangkan kita yang di negeri senja ini baru  bersiap untuk sholat idul adha, perbedaan yang saya rasakan dahsyat, mungkin ini terdengar sedikit berlebihan atau seakan- akan terlalu mendramatisasikan kejadian tapi memang nyatanya pada saat itu saya merasakan dahsyatnya rindu yang sangat dalam, hantaman kesadaran bahwa saya kini telah meninggalkan zona nyaman yakni keluarga dan kerabat demi menuntut ilmu. Tetapi disini juga saya  menemukan keluarga baru, kerabat baru dan suasana yg belum pernah saya rasakan sebelumnya.

      Setelah 3 bulan menetap di sini saya diwajibkan untuk membuat KTP atau bithaqah (kartu izin belajar) bahwasanya saya akan menetap di Maroko, tetapi semua tidak semudah yang saya bayangkan karena lagi-lagi saya berekspektasi tinggi.  Untuk memenuhi syarat pendaftaran dan pembuatan kartu itu dibutuhkan perjuangan, saya harus mengantri dari jam 6 pagi  untuk mendapatkan nomor antrian yang awal, ketika nomor antrian saya di panggil, saya diminta untuk menghadap kepada petugas yang bertugas mengecek berkas. Anehnya, petugas tersebut marah karena saya tidak memiliki nama keluarga atau surname, Lucu bukan? tidak memiliki nama keluarga bagi mereka disini adalah sesuatu yang aneh.  Tidak hanya itu, setelah bolak balik sekitar 4 kali ke kantor polisi hanya untuk mengurus bithaqah saya harus menunggu lagi hampir satu tahun sampai bittokohnya siap dan bisa diambil,  padahal ketika sudah diambil masa aktif bithaqah tersebut tinggal 2 bulan. Kemudian,  ketika saya memutuskan untuk pindah study ke kota lain saya  harus melewati rintangan yang sama ditambah dengan kendala - kendala lainnya. Dengan semua proses yang saya lalui,  saya akhirnya mengerti bagaiamana susahnya berurusan dengan orang asing tetapi saya tetap bersyukur atas ni'mat dan kesempatan ini yang telah diberikan Allah kepada saya yang belum tentu orang lain  rasakan. Satu kalimat yang selalu saya katakan "الحمد لله على كل حال "

    Kesimpulannya, setiap orang pasti memiliki pandangan yang berbeda tentang  belajar di luar negeri. Disini saya akan paparkan beberapa pandangan orang yang berhasil saya kumpulkan tentang mahasiswa yang menuntut ilmu di luar negeri :
1. Menurut my inspiration mereka mendapat keberuntungan lebih yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Semakin jauh dari rumah, mereka akan semakin banyak belajar. Belajar menjadi pribadi mandiri, kuat. Belajar untuk beradaptasi pada lingkungan yang asing dan tidak hanya menambah wawasan tetapi juga memperkaya diri dengan kebudayaan sekitar.
2. Menurut O :orang yg kuliah di luar negeri itu keren bisa melihat budaya luar dan ilmu juga dapat pengalaman nya luar biasa.
3. menurut X: orang Indonesia yang belajar di luar negeri itu di mata masyarakat akan menjadi sorotan, dan mereka dituntut untuk dapat lebih menguasai ilmu serta mengaplikasikannya ketika dia balik ke kampung halamannya daripada mahasiswa di Indonesia sendiri, karena pandangan masyarakat kita lulusan luar negeri itu mumpuni, padahal tidak bisa semua kita sama ratakan,  mahasiswa yg di Indonesia pun tidak kalah hebat, ini persepsi saya tentang mahasiswa PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) ketika mereka kembali ke Indonesia. Namun kalau di luar negeri itu sendiri, jelas mereka pastinya lebih mandiri, dan banyak pengalaman yg tidak bisa ditemukan di Indonesia, keuntungan lainnya juga mereka menjadi tahu seluk beluk pengetahuan tentang negara dimana mereka belajar tanpa hoax, karena dia mengalaminya sendiri. Selain itu, mereka juga akan lebih kreatif, (mungkin hehehe) contohnya dalam  menyiasati uang jajan agar cukup. Mereka juga pastinya menjadi lebih bersyukur atas nikmat  nasionalisme, nikmat enak dan nyamannya Indonesia, misal: lebih mensyukuri keberadaan sesuap nasi, kecap, tahu, tempe, asrinya pemandangan tanah air kita, ramahnya orang kampung kita, dll.

      Dibalik perbandingan antara kelebihan dan kekurangan belajar diluar negeri,  saya yakin semua pelajar diluar negeri bersyukur dapat merasakan kehangatan keluarga baru ketika kita merasa jauh dari keluarga, sehingga kita akan lebih menghargai  orang,  lebih menghargai waktu dan lingkungan sekitar. Dan tentunya kita harus lebih bersyukur atas ni'mat yang diberikan oleh sang pemilik ni'mat.
 THANK'S GOD

     Sebagai penutup saya ingin menyebutkan satu pepatah masyhur yang sering kita dengar "hujan emas di negri orang hujan batu di negeri kita"
Dimana pun kita berada, baik belajar di tanah air maupun belajar di luar negeri itu sama,   "wherever you are the place does not guarantee success but how you try to be success 😄"

0 Komentar