Beasiswa S3 Program 5.000 Doktor

STUDI S3 LUAR NEGERI 2018/2019
Program 5000 Doktor
Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Kementerian Agama Republik Indonesia


Program 5000 doktor atau MoRA Scholarship sudah tidak asing lagi di telinga para Scholarship Hunter, pada kesempatan kali ini kami akan membahas secara khusus untuk teman-teman yang ingin melanjutkan studinya ke Negeri Seribu Benteng (Maroko) melalui jalur ini. Berikut adalah langkah-langkahnya:
  1. Mengikuti tahap pendaftaran sebagaimana telah di tentukan oleh MoRA Scholarship, lebih lengkapnya kunjungi situs resmi MoRA Scholarship: http://scholarship.kemenag.go.id/
  2. Pendaftar memilih kampus tujuan di Maroko yang berada di dalam list universitas tujuan yang ditentukan oleh sponsor pemberi beasiswa (dalam hal ini MoRA Scholarship) karena jalur non kuota 15 hanya diperuntukan bagi yang telah mendapatkan beasiswa dari Indonesia.
  3. Kemudian, pendaftar mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk mengurus Letter of Acceptance (Muwafaqah Mabdaiyyah) di universitas yang telah dipilih tadi, yakni sebagai berikut:
    1. Ijazah S-1 dan S-2.
    2. Transkrip Nilai S-1 dan S-2.
    3. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
    4. Surat Keterangan Kesehatan.
    5. Akte Kelahiran.
    6. Letter of Sponsorship (LOS) atau Guarantee Letter (FGL) yang dikeluarkan oleh lembaga pemberi beasiswa dalam hal ini Program 5000 Doktor (MoRA Scholarship)
      (Semua dokumen di atas harus sudah diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah dan dilegalisir oleh KEMENLU dan KEMENKUMHAM)
    7. Fotokopi Paspor
    8. Curriculum Vitae (CV) yang ditulis dengan bahasa Arab
    9. Dokumen lainnya yang menunjang diterimanya pendaftar ke kampus yang dituju seperti sertifikat/jurnal/bukti prestasi bertaraf nasional maupun international dengan bahasa Arab atau Inggris.
  4. Pendaftar berkomunikasi dengan kerabat/kenalan yang sedang menempuh studinya di kampus yang diinginkan untuk meminta bantuan mengajukan LoA kepada program coordinator (munassiq) doktoral pada program studi/jurusan yang dituju dengan menyertakan dokumen-dokumen diatas dan menyertakan tambahan dokumen sebagai berikut:
    • Surat keterangan sebagai utusan instansi/lembaga/ormas atau rekomendasi dari tokoh masyarakat yang ditulis dengan bahasa Arab.
    • Surat permohonan kepada program coordinator (munassiq) program studi tujuan dengan mencantumkan berkas-berkas yang disertakan.
  5. Seluruh dokumen pada poin 2&3 di-scan dan dikirim melalui e-mail ke kerabat yang diamanahkan untuk mengurus LoA. (Diutamakan kerabat tersebut merupakan mahasiswa yang berada di kampus tujuan yang bersangkutan, agar memudahkan pengurusan administrasi dan negoisasi ke pihak kampus.)
  6. Pendaftar menunggu hasil pengajuan LoA oleh kerabat di Maroko yang menghabiskan waktu kurang lebih satu bulan (tidak dapat ditentukan).
  7. Setelah mendapatkan LoA (Muwafaqah Mabdaiyyah), LoA tersebut dikirimkan oleh kerabat yang mengurus LoA di Maroko ke e-mail pendaftar untuk dikirim bersamaan dengan berkas pada poin 2&3 ke kedutaan Maroko di Jakarta.
  8. Pendaftar mempersiapkan berkas yang akan dikirim ke AMCI, dengan rincian sebagai berikut:
    1. Ijazah S-1 dan S-2.
    2. Transkrip Nilai S-1 dan S-2.
    3. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
    4. Surat Keterangan Kesehatan.
    5. Akte Kelahiran.
    6. Letter of Sponsorship (LOS) atau Guarantee Letter (FGL) yang dikeluarkan oleh lembaga pemberi beasiswa dalam hal ini Program 5000 Doktor (MoRA Scholarship)
      (Semua dokumen di atas harus sudah diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah dan dilegalisir oleh KEMENLU dan KEMENKUMHAM)
    7. Fotokopi Paspor
    8. Curriculum Vitae (CV) yang ditulis dengan bahasa Arab
    9. LoA (Muwafaqah Mabdaiyyah) dari kampus di Maroko(Selain dokumen di atas, pendaftar juga menyertakan surat pernyataan menerima beasiswa dan permohonan ke kantor kedutaan Maroko untuk mengirimkan semua dokumen di atas ke AMCI yang ditulis dengan bahasa Arab oleh ketua lembaga/fakultas/instansi.)
  9. Pendaftar pergi ke kantor kedutaan Maroko di Jakarta lalu menyerahkan semua berkas yang tertera di atas dengan memohon agar berkas tersebut segera dikirim ke AMCI dengan segera dan juga meminta Formulir Pengajuan Tinggal atau Studi di Maroko (Tarsyih Takwin bil Maghrib)
  10. Pendaftar menunggu hasil komunikasi dengan kerabat di Maroko dan memastikan bahwa dokumen yang bersangkutan telah sampai di AMCI,Wizarah Ta’lim Ali (Kementerian Pendidikan Tinggi) dan Universitas yang dituju.
  11. Setelah dipastikan oleh kerabat/penanggung jawab LoA di Maroko bahwa berkas pendaftar sudah sampai di universitas yang dituju. Selanjutnya pendaftar baru diperkenankan untuk berangkat ke Maroko.
Demikianlah prosedur pendaftaran di Indonesia bagi pendaftar di kampus Maroko non kuota 15 dari AMCI (Agence Marocaine de Coopération Internationale). Adapun selanjutnya yaitu prosedur pendaftaran di Maroko akan dilakukan oleh pendaftar setelah pendaftar tiba di Maroko.

0 Komentar