Mingguan Menulis - Renungan Langkah


Oleh: Zidni El Hikami

Guyuran air mata menindih gundah

Bingung rasa tuk mengungkap
Resah frasa untuk mengutara
Mengiblatkan sendu,birahi cumbu terus melaju;
Dari rahim ibu menuju pusaka namamu.

Namaku sang pengelana!
Dari Indonesia berlayar samudra
Menemukan titik temu yang bernama saka.
Panggilanku manusia
Tak luput bertindak dosa

Tapi kehendak Tuhan tak hilang dari layang
Perjuanganku tak akan hilang dari layang
Tapi entah tak berfikiran untuk dikenang.
Di sini Aku berdiri
Di Tanah yang tak mengerti bahwa Aku sedang berdiri;

Tak ada keluarga, kerabat, sepupu dan lain sejenisnya
Hanya teman yang ada
Hanya tekad tinggal melanda.
Masa depan bukan Aku yang menentukan
Tuhan mengerti segala jenis keluhan bahkan pada kuman.
Tujuanku hanya satu;

Kembali menimba ilmu
Ber-plural pada satu-sosialku, masyarakatku

Masa laluku telah meninggalkan banyak kenangan
Masa depan menyambutku dengan sejumlah harapan
Menjalani hidup dengan langkah yang belum pasti
Berusaha tuk memperbaiki diri.

Mencoba bangkit tuk tentukan arah
Tak kan goyah meskipun rintanan menanti
Hinaan hanyalah ilusi semata
Terus melangkah tuk menggapai impian.

Bentangkan sayap melintasi luasnya benua
Diterpa besarnya angin yang menghadang
Inilah kehidupan fatamorgana
Penuh dengan ujian dan cobaan.

Lupakan apa kata orang
Lupakan semua opini dan persepsi
Fokus pada tujuan tuk menggapai impian

Jatuh bangun adalah bagian dari perjalananku
Apa serunya kehidupan bila tak ada ujian dan cobaan
Tapi hanyalah Tuhan yang tahu jalan hidupku
Aku hanya menjalani garis hidupku

Semoga sesuai dengan harapanku
Hanya Tuhan yang tahu.









0 Komentar