MUBES yang Terhormat

Muannif Ridwan
Mubes PPI Maroko XV sudah didepan mata. Kita sebagai pelajar Indonesia di Maroko akan mengikuti serangkaian acara ini, termasuk memilih pemimpin yang akan membimbing dan melayani kita selama setahun kedepan. Disinilah kita akan belajar berdemokrasi, menyampaikan aspirasi, menerima dan menghargai perbedaan pendapat. Suksesi momen ini jangan sampai kita biarkan berlalu dengan keputusan dan pemilihan emosional yang bukan rasional.

Mubes PPI Maroko itu minimal tidak keluar dari visi dan misinya, dengan berpedoman pada prinsip pokok demokrasi pancasila.

Pertama, Perlindungan terhadap hak asasi manusia. Indonesia ialah negara berdasarkan hukum (rechtstaat) dan tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machtstaat). Hak asasi manusia di Indonesia sangat dihormati. Termasuk kebebasan dalam berserikat, berkumpul, berorganisasi(ber-ormas), dan mengeluarkan pendapat. Prinsip kebebasan atau kemerdekaan berserikat itu ditentukan dalam Pasal 28 E ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan,“Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat”. Dengan demikian UUD 1945 secara langsung dan tegas memberikan jaminan kebebasan untuk berserikat atau berorganisasi (freedom of association), kebebasan berkumpul (freedom of assembly), dan kebebasan menyatakan pendapat (freedom of expression), tidak hanya bagi setiap warga negara Indonesia, tetapi juga bagi setiap orang yang artinya termasuk juga orang asing yang berada di Indonesia.

Kedua, Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita nasional. Bangsa Indonesia bercita-cita mewujudkan negara yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Dengan rumusan singkat, negara Indonesia bercita-cita mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Hal ini sesuai dengan amanat dalam alenia II Pembukaan UUD 1945 yaitu negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur. Tujuan Negara Indonesia selanjutnya terjabar dalam alenia IV Pembukaan UUD 1945. Secara rinci sebagai berikut :

a. Melindungi seganap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia

b. Memajukan kesejahteraan umum

c. Mencerdaskan Kehidupan bangsa

d. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan , perdamaian abadi, dan keadilan sosial

Adapun visi bangsa Indonesia adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju dan sejahtera, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, bertakwa dan berahklak mulia, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki etos kerja yang tinggi serta berdisiplin.

Rekan-rekanku PPI Maroko…! Mubes itu bukan pengadilan tipikor, atau ajang untuk menghakimi dan memojokkan seseorang. Apalagi mejatuhkan harkat dan martabatnya. Mubes adalah ajang untuk berbenah dan berintropeksi diri, mengoreksi kekurangan dan kelemahan kita selama ini. Jangan sampai kita menodai nilai-nilai keagungan Mubes ini.

Sekarang sudah saatnya PPI Maroko dipimpin oleh sosok pemimpin yang paling tidak memiliki empat karakter.

Pertama, Visioner. Ia yang harus bisa menkonsep visi-misinya sendiri, bukan dibuatkan. Sehingga ia tidak seperti boneka atau wayang yang hanya dimainkan sang Dalang. Ia harus memiliki pengetahuan tentang tujuan dan asas organisasi PPI Maroko. Pemimpin itu harus mampu meraba masa depan dengan program-program kerja unggulan yang rasional dengan skala prioritas.

Kedua, Orientasi kesejahteraan rakyat. Khalifah Umar bin Khattab RA. adalah contoh pemimpin yang selalu berpatroli setiap malam, memastikan bahwa rakyatnya tidak ada yang kelaparan. Demikian pula dengan khalifah Umar bin Abdul Azis, yang mampu mengentaskan kemiskinan melalui instrumen zakat, hanya dalam waktu kurang dari 2 tahun. Demikian pula dengan Ketua PPI Maroko, ia harus bisa mengalokasikan jatah TEMUS kepada anggotanya yang benar-benar membutuhkan dana tunjangan untuk belajar, bukan hanya bagi yang memenuhi syarat, yang sebenarnya ia serba berkecukupan.

Ketiga, Terbuka. Ketua PPI Maroko itu harus bersikap lapang dada dan legowo untuk menerima, bekerjasama dengan pihak manapun, organisasi manapun, entitas manapun, dengan tidak menentangnya, tidak memboikotnya, dan tidak memusuhinya.

Keempat, Toleran. Sikap toleran merupakan sikap yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin didalam kehidupan berorganisasi, karena dalam suatu organisasi itu akan terdiri dari berbagai macam suku, bahasa, aliran dan paham keagamaan. Kemajemukan atau pluralitas merupakan sunnah Allah. Sehingga setiap pemimpin harus mampu bersikap toleran terhadap keyakinan warganya. Prinsip ini berlaku universal, bukan saja terhadap sesama pemeluk Islam tetapi prinsip ini harus berlaku lintas agama, etnis dan paham. Sesuai dengan firman Allah swt.: “Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”.

Kawan-kawanku PPI Maroko…! PPI adalah organisasi yang memayungi dan mengayomi seluruh pelajar Indonesia yang belajar di luar negeri, tanpa memandang perbedaan suku, ras, paham keagamaan, latar belakang pendidikan, instansi yang mengirim, dan bahkan yang terjun bebas pun harus kita akui. PPI itu harus mampu menghidupakan kreatifitas duta bangsa, melestarikan corak budayanya, mempertahankan nilai-nilai ke-Islam-an dan ke-Indonesia-an.

Selamat mengikuti Mubes semoga sukses…

PPI Maroko

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko adalah organisasi kemahasiswaan bagi para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Kerajaan Maroko. Perhimpunan ini diresmikan pada tahun 1992 oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Maroko, Dr. Boer Mauna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar