Kunci Kebahagiaan Hidup



Khutbah Ke I

الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَهَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِىْ بِتَقْوَى اللهِ، اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، {إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحاً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ} [البقرة: 62]



Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah !.

Hidup ini tak cukup sekedar sukses. Hidup ini harus bahagia. Karena ternyata, orang yang sukses banyak juga yang tak bahagia. Banyaknya harta dipunya, tingginya pangkat disandang, banyaknya bisnis dikelola, tak jadi jaminan bahagia itu datang. Bahkan, sering orang semakin kaya, semakin sukses, tapi semakin hampa hidupnya. Bahagia hilang dari kesehariannya. Ia hidup dalam bayang-banyang kesuksesan, yang sejatinya bahagia tak berwujud dalam setiap pencapaiannya. Hidup itu harus bahagia.

Untuk bisa bahagia, dengan apapun yang kita punya ternyata ada kuncinya. Kunci hidup bahagia ternyata sudah ada sejak 14 abad yang lalu. Islam telah memberikan gambaran begitu jelas agar hidup kita penuh dengan bahagia.

Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu’min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim)

Dari hadits di atas ternyata agar hidup kita bahagia kuncinya hanya dua: syukur dan sabar. Syukur saat diberi, sabar saat diambil. Syukur saat bahagia datang, sabar saat duka tiba. Dua kunci utama inilah ternyata yang menentukan bahagia atau tidaknya hidup kita.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah !.

1. Kunci pertama agar hidup kita bahagia adalah bersyukurlah. Dengan bersyukur hidup akan terasa indah dan penuh makna. Karena apapun yang sudah kita punya, tidak sampai melupakan dari hakikat keberadaan kita sebagai hamba bagi Sang Pencipta. Bersyukur adalah bentuk terima kasih kita atas kemudahan, kesuksesan, pencapaian juga kelebihan yang kita punya.

Bagi seorang Muslim, syukur telah menjadi kewajiban. Karena dengan bersyukur kita menjadi pribadi yang menyadari betapa banyak nikmat yang Allah Swt beri. Berbagai potensi, kebaikan, kelebihan bahkan keunikan telah Dia berikan pada kita. Menyadarinya tentu sangat penting dalam hidup kita.

Orang yang bersyukur, tak hanya diucapkan di lisan, tapi juga diamalkan dalam kehidupan. Orang yang bersyukur adalah orang yang menyadari bahwa setiap kemudahan, kelebihan juga kemampuan yang ada semata-mata pemberian yang harus digunakan. Dan bentuk syukur terbaik adalah menggunakan kemudahan, kelebihan dan kemampuan untuk memberikan yang terbaik dalam hidup kita, beribadah kepadaNya. Saat syukur mengalir, maka kebaikan demi kebaikan akan terus mengalir dalam hidup kita. Itu janjiNya. Salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT adalah menafkahkan harta di jalan Allah sekaligus ini adalah salah satu wujud syukur pada Allah SWT.


مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah: 245)”

Demikianlah ayat al quran menjelasakan tetanng penting dan manfaat menafahkan sebagian harta di jalan Allah SWT, agar harta ini bisa dinikmati di akhirat kelak. Olehnya alangkah baiknya jika harta yang kita miliki ini selalu dinafkahkan di jalan Allah agar tak hilang begitu saja, dan dari hasil nafkah tersebutlah yang akan menjadi amal sholeh sebagai bekal di akhirat kelak.Sebagaimana sabda rosululllah SWT.

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ

"Ada tiga hal yang mengikuti (menghantarkan ke kuburan) mayyit: keluarga, harta, dan amalnya. Lalu keluarga dan hartanya kembali ke rumah, sedangkan amalnya yang tetap membersamainya." (Muttafaq 'Alaih)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah !..

2.Kunci kedua agar hidup kita bahagia adalah sabar. Sabar adalah bentuk penerimaan hati ketika duka datang. Sabar adalah sikap rasa hati yang ikhlas ketika sulit mendera, derita menerjang, gagal didapatkan. Sabar bukan pasrah tak berupaya. Sabar justru sikap hati yang ikhlas yang berujung pada daya juang tinggi tuk berubaya sebaik mungkin. Allah SWT telah menjelasakan dalam Al-quran, surah al baqorah ayat 153:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَ الصَّلاَةِ إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْن
Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat; sesungguhnya Allah adalah beserta orang-orang yang sabar., (Surah Al baqorah ayat 153)

Lalu Allah melanjutkan ayatnya dalam surah yang sama ayat. 155-157:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun".

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”



Orang yang bersabar dalam sulit, ia akan tetap optimis dalam menjalaninya. Ia akan terus berbaik sangka kepada Allah Swt. Ia akan terus berupaya dan berharap kebaikan segera datang. Ia pun akan terus bertawakkal kepadaNya bahwa setiap sulit yang ada semata ujian bahkan terguran yang Allah Swt hadirkan dalam hidupnya. Sehingga ia terus bisa menjalani hidup, bukan patah semangat dan stress.

Setiap orang tentu selalu berharap hidupnya penuh bahagia. Orang pun mencari cara bagaimana agar hidupnya penuh dengan bahagia. Tapi sayang, terkadang mereka lupa, ternyata ada kunci agar hidup kita bahagia. Kunci itu bukan rumusan manusia, tapi kunci itu diturunkan dari Sang Pencipta. Bukan dibuat oleh penduduk bumi, tapi diturunkan dari langit. Kunci bahagia dari Allah Swt, pencipta kita dan semesta.

“Allah Swt berfirman (dalam hadits qudsi): “Wahai manusia! Terimalah anugerah yang Ku berikan dengan lapang dada, maka engkau tidak akan berharap pada pemberian orang lain. Tinggalkanlah rasa dengki, maka engkau akan terhindar dari kegelisahan hidup. Hindari perbuatan haram, maka engkau aman dari karancuan dalam beragama. ………..

(Dikutip dari buku “Peringatan-Peringatan Ilaahi” karya Imam Al-Ghozali)

Dan adapulah beberapa hal penting lainya agar hidup kita penuh bahagia dari hadits di atas:
  1. Selalulah bersyukur atas pemberian yang Allah anugerahkan dan selalu berharap hanya pada Allah bukan pada manusia. Bersyukur akan menambah nikmat, kufur akan mengundang azab. Allah-lah pemilik segala, maka berharaplah hanya padaNya.
  2. Hiasilah hidup dengan keta’atan. Hindarilah perbuatan-perbuatan haram yang akan menjadikan hidup kian buram. Hindarilah pula penyakit hati seperti iri, dengki, dan hasud yang akan membuat hidup terus dirundung gelisah. Dan jagalah lisan dari berkata yang tidak baik.
  3. Pilih teman. Bukan berarti tak boleh bergaul, tapi jagalah pergaulan. Bergaulah hanya dengan orang-orang yang penuh kebaikan. Pergaulan kita akan berpengaruh terhadap akan menjadi siapa diri kita.
  4. Amalkan ilmu yang sudah didapatkan. Ilmu tak ada manfaatnya bila tak berbuah amal. Ilmu pun tak akan bertambah bila tak pernah diamalkan. Maka, bila ingin tahu manfaat ilmu dan ingin bertambah, amalkan.
  5. Bersungguh-sungguh dalam beramal. Hanya orang yang sungguh-sungguh yang akan menjadikan hidupnya penuh kekuatan dan gairah. Pun dalam kesungguhan itulah ada jalan kemudahan.
  6. Dan Bersabarlah dalam ketiap diterpa ujian.

Semoga enam kunci ini menjadikan hidup kita kian bermakna dan bahagia. Meraih sukses tak hanya di dunia, tapi juga kelak di Akhirat. Aamiin.

PPI Maroko

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko adalah organisasi kemahasiswaan bagi para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Kerajaan Maroko. Perhimpunan ini diresmikan pada tahun 1992 oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Maroko, Dr. Boer Mauna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar