Agama dan Keberagamaan




Jika mau sedikit diperhatikan, ada perbedaan yang cukup signifikan antara agama dan keberagamaan. Agama boleh dibilang merupakan nilai-nilai ajaran atau tuntunan pokok yang perlu dipatuhi dan diterapkan oleh penganutnya. Ajaran tersebut tidak lain dalam rangka terciptanya kemaslahatan dan kesejahteraan si penganut, baik secara individual maupun sosial, baik di dunia atau akhirat kelak.

Sedang keberagamaan lebih identik pada amaliah atau praktek dari para penganut agama. Biasanya lahir dari keapikan pemahaman penganut terhadap nilai-nilai ajaran sebuah agama.

Islam sebagai agama pamungkas dan penyempurna memiliki nilai-nilai ajaran yang teramat mulia. Agama ini datang untuk menjadi rahmat bagi alam semesta. Hadir untuk merahmati seluruh umat manusia. Tidak ekslusif untuk kaum muslim saja.

Sebagai umat muslim tentu kita paham bahwa islam mendidik penganutnya untuk hidup rukun berdampingan. Menebar kedamaian tanpa saling bermusuhan. Berlaku adil, tidak zhalim atau menindas sesama.

Yang lebih penting, islam menekankan penganutnya untuk memiliki moralitas positif atau "akhlakul karimah". Ini sebagaimana misi pengutusan nabi agung Muhammad (shallallahu'alaihi wasallama) yang tidak lain guna membentuk moralitas kemanusiaan secara sempurna.

Kenapa mesti akhlak??

Hemat penulis saat seorang muslim memiliki akhlak yang baik tentu tidak mudah untuk melakukan tindak negatif. Tidak gampang, bahkan terhindar, membuat kerusakan dimuka bumi, melakukan kezhaliman dan tindak semena-mena terhadap sesama manusia. Lebih dalam lagi ia akan patuh kepada norma-norma keagamaan. Hal ini sebab ia dalam menghambakan diri dengan Tuhan menggunakan apa yang disebut akhlak.

Walhasil, dari sini bisa dikatakan bahwa sampai kapanpun nilai-nilai ajaran islam akan tetap luhur dan mulia.

Kalau toh ada perilaku sebagian umat islam yang bertentangan dengan ajaran agama itu sendiri, maka yang bermasalah bukan islam-nya sebagai agama tapi praktek keberagamaan penganutnya-lah yang tidak sesuai. Boleh jadi ini sebab dangkalnya pengetahuan dan pemahaman yang diykini penganut tersebut akan nilai-nilai luhur ajaran islam. Wallahua'lam.



Kereta, 11 Des '15



Penulis yang bernama lengkap Aly Syahbana asal Jakarta ini, adalah mahasiswa yang telah berhasil merampungkan jenjang S2 nya Univ. Ibnu Tufail Kenitra..

PPI Maroko

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko adalah organisasi kemahasiswaan bagi para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Kerajaan Maroko. Perhimpunan ini diresmikan pada tahun 1992 oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Maroko, Dr. Boer Mauna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar