Menganalisa Anatomi Proses Demokrasi


Menganalisa Anatomi Proses Demokrasi

Oleh: Hanif Fatkhurrokhman

لحمد لله الذي امرنا بالاتحاد والإعتصام بحبل الله المتين والصلاة والسلام على سيد المرسلين محمد وعلى اله وصحبه اجمعين اما بعد فيا عباد الله اوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون قال الله تعالى اعوذ با لله من الشيطان الرجيم ׃ وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ

Hadirin Sidang Juma’at Rahimakumullah…

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadlirat Allah SWT, Dzat Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia Nya kepada kita semua, sehingga pada hari ini kita masih bisa menjalankan aktifitas seperti biasanya.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi agung Muhammad saw yang telah membawa umatnya dari zaman dekadensi moral menuju zaman yang mana nilai-nilai akhlakul karimah menjadi tolak ukur dalam kehidupan sehari-hari.



Selanjutnya selaku khotib saya berpesan kepada hadirin semuanya, khususnya kepada pribadi saya sendiri untuk meningkatkan taqwa kepada Allah SWT. Taqwa yang dapat dipupuk dan diperoleh melalui upaya kita dalam meningkatkan kualitas ibadah baik ibadah individual maupun ibadah sosial.

Jama’ah shalat jum'ah yang berbahagia…

Kurang dari dua minggu atau tepatnya 12 hari lagi menuju 9 April 2014, atau di Maroko tanggal 5 April 2014 masyarakat Indonesia akan menggelar pesta Demokrasi, yakni Pemilihan Umum Legislatif 2014 untuk memilih wakil rakyat yang terhormat mulai dari DPRD II, DPRD I, DPD RI dan DPR RI.

Tentu, sebagai bagian yang integral dari sistem keTata Negaraan kita, anggota Legislatif dipilih di samping diberi tugas dan kewenangan yang khusus, juga ditujukan untuk memperkuat posisi kepemimpinan nasional.

Kepemimipinan nasional bisa menjadi tangguh hanya jika disokong oleh kepemimipinan daerah yang kuat dan baik, selanjutnya kepemimpinan daerah yang kuat dan baik bisa tercipta manakala didukung oleh kearifan lokal yang matang, kemudian kearifan lokal akan lebih terwujud dari kondisi masyarakat yang matang, terdidik dan tercerahkan. Dengan demikian, Pemilu pada hakikatnya merupakan media jalinan fungsional antara pemerintah dan rakyat bagi keniscayaan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Jama’ah Jum’at rakhimakumullah

Menganalisa anatomi proses demokrasi seperti itu, tentu ada beberapa hal penting yang dapat kita jadikan pelajaran dalam hubungan kepentingan suksesi kepemimpinan nasional dan proses-proses kekuasaan melelui Pemilu yaitu :

Pertama, Pentingnya kesamaan prinsip dan pandangan dari seluruh warga bangsa dalam menghadapi Pemilu sebagai wahana untuk menentukan nasib masa depan bangsa sekaligus sebagai ibadah. Dengan memahami prinsip ini penyelenggaraan Pemilu beserta aktifitas dan prosesnya diharapkan dapat dijauhkan dari hal-hal negatif dan kurang mendidik seperti Money Politik, intimidasi atau pun kecurangan-kecurangan lainnya.

Kedua, Perlunya sikap selektif dan kehati-hatian masyarakat didalam memilih Calon wakilnya. Sebab sebagai calon yang nantinya menjadi wakil rakyat, sudah tentu yang bersangkutan harusnya paham betul urusan orang dan kebutuhan warga yang bakal diwakilinya, hal itu bisa dilihat dari Track record atau jejak rekam seorang caleg, apakah caleg tersebut tersangkut kasus hukum atau tidak. Caleg yang mempunyai track record buruk tidak pantas dipilih. Masyarakat harus cerdas memilih caleg yang mempunyai kredibilitas, tidak melanggar HAM, tidak tersangkut kasus hukum atau kasus korupsi, dan peduli terhadap adat istiadat setempat.

Selain harus melihat track record atau rekam jejak, masyarakat juga harus melihat apa saja yang dilakukan, dan dipikirkan kandidat, apa sudah melaksanakan dan mewujudkan visi misinya itu. Rekam jejak seorang caleg, harus dimulai dari pertanyaan apakah dia akan memperjuangkan daerah pemilihnya atau tidak. Jangan hanya bicara instan berjuang saat pemilu. Caleg harus bisa berjuang kapanpun di segala bidang. Masyarakat jangan memilih pejuang kesiangan atau politikus instan menjelang pemilu. Pemilih sekarang harus punya momentum dan punya pilihan, jangan golput agar bisa berjuang, agar kursi atau posisi serta kedudukan tidak dikuasi orang yang salah.

Hadirin sidang jum’at Rahimakumullah….

Seiring dengan tingkat kemajuan dan modernitas zaman, masyarakat kita dewasa ini cenderung selalu berfikir instan karena terdesak oleh berbagai kebutuhan sosial. Ia ingin cepat kaya, ingin cepat dapat gelar, ingin cepat sukses, atau bahkan ingin cepat menjadi pejabat. Tanpa mau bekerja keras dulu, peras keringat dulu, banting tulang dulu, belajar reguler dulu atau pengabdian kepada masyarakatnya terlebih dahulu.

Di sisi lain kita tahu, bahwa sejatinya kualitas SDM seseorang , ketokohan seseorang atau kematangan jiwa seseorang sebelum ia memimpin masyarakatnya terlebih dahulu ia mengabdikan diri secara tulus dan ikhlas di medan kehidupan. Dari pengabdian yang sungguh-sungguh dan tulus ini akan menimbulkan satu penghormatan dan kemuliaan tersendiri dari masyarakat kepada pribadi yang bersangkutan.

Kemudian selanjutnya secara perlahan namun pasti dia berubah menjadi tokoh dan panutan masyarakat. Jadi, semakin besar pengabdian dan pengorbanan seseorang dalam mengurusi hal-ihwal hajat kemasyarakatan maka akan muncul pula timbal baliknya yaitu pengakuan, penghormatan dan penghargaan masyarakat kepada orang tersebut, sekaligus sudah tentu mendapat ridla Allah SWT.

Hal demikian sejalan dengan spirit Al-Qur’an surat Al-Baqarah : 207

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ

“ Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah, dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” (QS. Al-Baqarah : 207 )

Proses menjadi pemimpin seperti itu lazim terjadi di daerah – daerah atau pun di perkotaan sebagai satu hukum alam atau sunnatullah. Dan proses pengalaman kepemimipinan seperti itu memang tidak dapat kita temukan atau jarang sekali kita temukan di lembaga-lembaga perguruan tinggi , institut-institut atau universitas – univertsitas pendidikan sekalipun. Tapi kita bisa menemukan hal ini di universitas kehidupan masyarakat, yakni kehidupan kita sehari-hari.

Hadirin jama’ah jum’at yang berbahagia

Al-Qur’an sebagai pedoman kita, petunjuk bagi yang bertaqwa, memberi arah yang jelas dalam masalah etika, etos kerja dan kualitas pengabdian seorang mukmin di tengah-tengah masyarakatnya. Dalam surat At-Taubah ayat 105 Allah berfirman :

ﻭﻗﻞ ﺍﻋﻤﻠﻭﺍ ﻔﺴﯿﺭﺍﷲ ﻋﻣﻠﻜﻢ ﻮﺮﺴﻭﻠﮫ ﻮﺍﻠﻣﺆﻤﻧﻭﻥ ۖ ﴿ﺍﻠﺘﻮﺑﺔ۱۰۵ֺ﴾

“ Dan katakanlah , Bekerjalah kamu, niscaya Allah dan rosulNya serta orang orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu . ” (Qs. At-Taubah: 105).

Kalau kita membaca dan beri’tibar dari tokoh-tokoh nasional kita, semisal Ir. Soekarno, Hasyim Asy’ari, Ahmad Dahlan, H. Agus Salim, HOS Cokro Aminoto atau pun tokoh-tokoh lainnya beliau-beliau ini merupakan tokoh besar yang telah memberikan jasa yang sangat luar biasa bagi bangsa ini. Kebesaran beliau-beliau terletak pada kualitas pengorbanan dan pengabdiannya pada negara dan masyarakatnya. Bukan karena kedudukan dan jabatannya.

Jadi dengan memahami kondisi seperti ini, kita harus bisa memilih dengan seselektif mungkin terhadap wakil-wakil kita agar kemaslahatan kehidupan masyarakat luas lebih memungkinkan terwujud. Hal ini tentu menjadi harapan kita semua sesuai dengan kaidah :

تصريف الإمام على الرعية منوط بالمصلحة

“Kebijakan seorang pemimpin atas rakyatnya harus berorientasi pada maslahah”

Akhirnya mari kita gunakan hak pilih kita, Selamat memilih, selamat berpartisipasi dalam pemilu untuk menentukan nasib masa depan bangsa dan negara, mudah-mudahan dengan suara kita Indonesia bisa menjadi negara yang Baldatun Thoyyibatun Warabbun Ghafuur…amiin ya Rabbal ‘alamin.

بارك الله لي ولكم في القران العظيم ونفعني واياكم بما فيه من الايات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم اقول قولي هذا واستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات. 

الحمد لله كثيرا كما امر اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له الواحد القهار. و اشهد ان محمدا عبده و رسوله سيد الخلائق والبشر اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه مصابح الخير. اما بعد فيا عباد الله اتقوا الله اتقوا الله حق تقاته ولا تموتنّ الاّ و انتم مسلمون فقال الله تعالى ولم يزل قائلا عظيما ان الله وملئكته يصلون على النبي يا ايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه والتابعين وارض عنا معهم برحمتك يا ارحم الراحمين. اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات و المسلمين ولمسلمات الاحياء منهم والاموات اللهم ادفع عنا البلاء والوباء والغلاء والفحشاء والمنكر و السيوف المختلفة والشدائد والدين والمرض والمحن والفتن ما ظهر منها وما بطن من بلدنا هذا خاصة ومن بلدان المسلمين عامة انك على كل شيئ قدير ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالايمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين امنوا ربنا انك رؤف الرحيم ربنا أتمم لنا نورنا واغفر لنا إنك على كل شيء قدير ربنا اتنا في الدنيا حسنه وفي الاخره حسنه وقنا عذاب النار. عباد الله! ان الله يأمركم بالعدل والاحسان وايتاءذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون فاذكرالله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم ولذكرالله اكبر.

PPI Maroko

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko adalah organisasi kemahasiswaan bagi para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Kerajaan Maroko. Perhimpunan ini diresmikan pada tahun 1992 oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Maroko, Dr. Boer Mauna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar