Mingguan Menulis - Spirit Asian Games


Oleh : Sarifuddin Akbar
Ajang Asian Games 2018 di jakarta-palembang kemarin berhasil menyita perhatian dunia. Tak sekedar orang Indonesia,juga berbagai negara lain. Terbukti Opening Ceremony Asian Games 2018 kemarin jadi Trending Topic dunia. Bahkan beberapa media juga mengatakan Indonesia menyelenggarakan pertunjukan kelas dunia. Ini menunjukkan bahwa Indonesia habis-habisan untuk menyelenggarakan acara ini.
Indonesia berhasil mendapatkan 98 medali (31 emas, 24 perak dan 43 perunggu) dan menempatkan Indonesia di urutan ke 4.
Dan beberapa hari yang lalu perhelatan besar ini sudah ditutup. Tetapi masih kita rasakan spirit dan euforia hingga saat ini. Spirit para atlet ketika mereka berjuang demi mendapat kemenangan di setiap pertandingan sudah membekas kepada setiap masyarakat Indonesia. Mereka mengorbankan tenaga dan waktu demi mengharumkan nama bangsa.
Dengan Asian Games,semua anak bangsa menanggalkan semua perbedaan,sekilas melupakan identitas politik dan sepakat bersatu untuk mendukung Indonesia. Ini bukti bahwa Asian Games bukan sekedar pertandingan olahraga,tapi juga memperkokoh rasa kebangsaan. Semangat bergotong royong dan persatuaan inilah yang harus kita pertahankan kedepannya agar bangsa ini tak terpecah oleh berbagai perbedaan.
Inilah yang harus dijaga oleh generasi muda bangsa. Untuk mencapai apa yang menjadi tujuan, tidak akan dapat jika hanya bekerja seadanya, apalagi hingga sampai menjatuhkan satu sama lain. Agar mendapat hasil yang baik kita harus rela berkorban dan bekerja sama tanpa mengeluh kesah.
Kita berharap agar tren seperti ini terus menerus dan tidak berhenti sampai disini. Tidak ada perselisihan satu sama lain hanya dikarenakan perbedaan sudut pandang dan latar belakang. Menjaga satu sama lain dan saling menghormati. KERJA KITA PRESTASI BANGSA.

PPI Maroko

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko adalah organisasi kemahasiswaan bagi para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Kerajaan Maroko. Perhimpunan ini diresmikan pada tahun 1992 oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Maroko, Dr. Boer Mauna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar